av shunt

ARTERIOVENOUS SHUNT

 

Sejarah

  • Pertama kali menunjukkan hasil baik pada percobaan dengan binatang pada 1912
  • 1944 W.J. Kolff mengembangkan alat dialisis yang kompatibel secara klinis
    • Kaca dan tabung metal digunakan untuk kanulasi intermiten
    • Pipa karet membawa darah ke alat dialisis
    • Memerlukan ligasi arteri/vena setelah selesai perawatan
    • Pasien meninggal setelah 12 kali sesi dialisis, setelah seluruh akses pembuluh darah telah digunakan dan rusak.
  • 1953 Seldinger mengemukakan teknik perkutaneus untuk kanulasi arteri dan vena menggunakan penuntun kawat
    • Mengurangi kerusakan tunika intima pembuluh darah
  • 1960 Quinton, Dillard, Scribner
    • Eksternal shunt permanen
    • Dengan tabung silastik, dengan ujung menggunakan bahan Teflon, diimplankan pada arteri radialis dan vena sefalika, dihubungkan di luar kulit pasien.
      • Shunt tahan hingga 2-3 bulan
      • Sering terjadi infeksi dan trombosis
      • Terjadi perdarahan masif karena terkadang sambungan terlepas
  • Internal shunt
    • Shunting arterio-arterial dengan transposisi arteri (misal: arteri femoralis superfisial ditransposisikan ke lokasi yang lebih superfisial)

 

 

 

 

 

  • 1962 Cimino dan Brescia
    • Mendemonstrasikan bahwa tusukan pada vena dapat dikerjakan untuk aliran masuk maupun keluar dari alat dialisis
      • Memerlukan cuff dengan ukuran lebih besar dan lebih kecil dari ukuran vena untuk mendilatasi vena
      • Keberhasilan ditentukan oleh ketersediaan vena
  • 1966 Cimino dan Brescia mengemukakan penggunaan arteri radialis ke vena sefalika (fistula arterio venosa) untuk akses dialisis
    • Mulai dikembangkan graft prostetik
  • AV Shunt (Brescia-Cimino Shunt)
    • Merupakan penerapan dari DOQI (Pedoman Manajemen Akses Vaskular) (1997)
    • Pendekatan multidisiplin
      • Nefrolog
      • Ahli bedah
      • Radiologi intervensional

Pedoman DOQI

  1. Evaluasi Diagnostik Sebelum Pemilihan Akses Permanen
  • Venografi preoperatif
  • Pemeriksaan radiologis lain: USG Doppler
  1. Pemetaan aliran vena
  2. Vena pada lengan pada pasien obesitas
  3. Pemilihan akses permanen vaskular
    1. AV fistula (15%)
    2. AV graft (85%) 1980-1990

1996-2000: fistula 30 – 60%

C.  Tipe dan lokasi penempatan AV graft

  • Graft Vena Saphenous
  • Prostese graft Dacron

 

 

Persiapan Preoperatif

  • Pasien
    • Informed Consent
    • Lengan yang tidak dominan
    • Persyaratan arteri
      • Perbedaan tekanan <20 mmHg antar lengan
      • Arkus Palmaris pasien harus baik
        • Tes Allen
        • Diameter lumen arteri ≥ 2 mm pada titik anastomosis
    • Persyaratan Vena
      • Diameter lumen ≥ 2 mm pada titik anastomosis
      • Tidak terdapat obstruksi pada vena
      • Segmen vena untuk kanulasi harus lurus
      • 1 cm dari permukaan
      • Berkesinambungan dengan vena sentral
    • USG Doppler

 

Tes Allen

  • Posisikan pasien di hadapan anda dengan lengan lurus dan telapak tangan berada di atas
  • Tekan arteri radial dan ulnar pada pergelangan tangan
  • Dengan arteri ditekan, perintahkan pasien untuk menggenggam berulang-ulang sehingga telapak tangan pucat
  • Ketika tangan pasien memucat, lepaskan tekanan pada arteri ulnaris dan perhatikan telapak tangan, nilai apakah warnanya berubah menjadi merah muda. Kemudian lepaskan seluruh tekanan, nilai:
    • Jika tetap pucat à Tes Allen positif à aliran tidak normal
    • Merah muda à Tes Allen negatif à aliran normal
  • Ulangi langkah 2-4 untuk menilai arteri radial.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s